Senin, 21 November 2011

Dream - 夢 - Mimpi

Dulu di Jaman kuliah ada dosen Jepang yang masih muda sudah S3 di usia 27 tahun. Sewaktu mengajar kami, beliau menjelaskan pentingnya punya mimpi atau peta hidup dan usaha mewujudannya. Sebelum lulus kuliah Alhamdulillah sempat bekerja sebagai translator di perusahaan rancang bangun kapal milik ikhwah. Waktu itu kantornya masih bertempat di perumahan. Di sinilah saya mendapat pengalaman baru di dunia kerja yang sebenarnya tentang disiplin, sistem kerja, peraturan kantor dsb. Karena masih berstatus mahasiswa, belum banyak pengalaman jadi etos kerja juga kurang hehehe yang penting hepi waktu itu. Suasana islami dan kekeluargaan sangat kami rasakan, walaupun semua pegawai laki-laki dan saya bersama satu temen akhwat lagi ditempatkan di kamar yang paling belakang. Untuk komunikasi menggunakan chat dan telepon. Seminggu sekali semua pegawai dikumpulkan oleh direktur kami, untuk sharing dan menyemangati pegawai. Beliau juga menekankan tentang rencana hidup 1 th, 5 th atau 10 th lagi ingin bagaimana.Di sini saya tersentil lagi dengan yang namanya mimpi ke depan. Pernah berkesempatan mengunjungi rumah beliau, saya melihat hiasan dinding di ruang tamu terpampang besar huruf kanji ’夢’ atau dibaca 'Yume' yang berarti mimpi
Dalam hati begitu mengagumi orang-orang yang punya mimpi besar. Waktu pun berlalu dan saya masih bingung dengan mimpi. Keinginan tentu ada banyak, namun tak tahu mulai dari mana. Jadi saya jalani mengalir saja apa yang ada saat itu. Kesempatan kerja pun datang lagi dan mengantarkan saya untuk berumah tangga. 
Alhamdulillah bertemu dengan seorang suami yang juga mengingatkan tentang rencana hidup. Jadi bisa belajar secara langsung untuk meraih mimpi yang sudah direncanakan. Walaupun masih saja bingung apa mimpiku. Yang jelas saya mendukung saja apa yang kami rencanakan dan selalu berdoa agar kami sampai pada mimpi itu. Hingga sampai pada kondisi saat ini dimana suami sudah melaksanakan mimpiny untuk S2 di luar negri dan saya berusaha mencari kegiatan selama menantinya. Alhamdulillah menemukan pekerjaan online yan bisa dilakukan di rumah tanpa meninggalkan anak. Belajar bisnis dengan sistem yang sudah canggih, berusaha mematuhi aturan-aturannya, dan berusaha berhasil di dalamnya. Ya! semua perlu usaha nyata dan fokus, mengubah persepsi diri dari sekedar berangan-angan menjadi suatu tindakan nyata. Semua sudah diajarkan oleh dosen, atasan dan suamiku. Selama ini tindakanku mungkin belum fokus dan hanya mengikut aliran saja. Apapun kondisinya jika tetap fokus insya Allah akan sampai. Dengan tetap berdoa agar sang pembolak-balik hati menguhkan langkah dan melapangkan dada kita. 
Saya ingin konsisten di bisnis ini agar bisa mengembangkan diri (karena harus belajar dan bertindak), bermanfaat dan membantu suami mewujudkan mimpi-mimpi kami menjadi keluarga yang bahagia dunia akhirat. aamiin






Tidak ada komentar:

Posting Komentar