Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

22 Tanda Iman Sedang Lemah




dakwatuna.com - Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang
lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini.
Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah!
Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi
kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa
akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani
melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.

Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, "Setiap umatku
mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang
terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan
jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia
berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia
berkata, `Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,'
padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia
menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya."
(Bukhari, 10/486)

Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam
keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan
beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam
keadaan beriman." (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai
menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan
memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan
menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke
dalam ayat ini, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti
batu, bahkan lebih keras lagi." (Al-Baqarah: 74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam
shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur'an. Melamun dalam doa.
Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan
saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh.
Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, "Tidak akan diterima doa dari
hati yang lalai dan main-main." (Tirmidzi, hadits nomor 3479)

4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah.
Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu.
Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis.
Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada.
Menunda-nunda pergi shalat Jum'at dan lebih suka barisan shalat yang
paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling
belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw.
bersabda, "Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda
mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka
di dalam neraka." (Abu Daud, hadits nomor 679)

Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang
munafik. "Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri
dengan malas."

Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah
rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke
masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat
dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa
Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai
berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka
memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah
saw. berkata, "Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati."
(As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur'an.
Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut
dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat
perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan
neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk
mendengarkan atau membaca Al-Qur'an. Jangan sampai Anda membuka
mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.

Ketahuilah, Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang
beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati
mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. " (Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa
kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang
paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula
Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini
telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang
munafik dengan firman-Nya, "Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali
hanya sedikit sekali." (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata
kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah.
Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan
nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.

Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, "Apabila dosa dikerjakan di
bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya € ¦’¶dan kadang
beliau mengucapkan: mengingkarinya€ ¦’¶ , maka dia seperti orang yang tidak
menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha
terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang
yang menyaksikannya. " (Abu Daud, hadits nomor 4345).

Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, "Barangsiapa di antara kalian
yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu
dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak
sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman."
(Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet
tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab.
Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk
mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan
orang. Narsis banget!

Allah berfirman, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
lagi membanggakan diri." (Luqman:18)

Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji
orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, "Sungguh engkau
telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya. " (Bukhari, hadits
nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)

Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, "Sesungguhnya kamu sekalian
akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan
penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan
alangkah buruknya yang terakhir." (Bukhari, nomor 6729)

"Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang
kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela,
keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati
kiamat, kecuali orang yang adil." (Shahihul Jami, 1420).

Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda
Rasulullah saw. yang berbunyi, "Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau
enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan `Laa ilaaha
illallah', dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang
mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari
keimanan." (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)

"Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?" tanya Rasulullah
saw. Para sahabat menjawab, "Ya." Rasulullah saw. bersabda, "Yaitu
setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong." (Bukhari, hadits 4537,
dan Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw.
ini, "Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba
selama-lamanya. " (Shahihul Jami', 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat,
Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. "Hai orang-orang yang
beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat
besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada
kamu perbuat." (Ash-Shaff:2- 3)

Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan
dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.
Jadi, harus konsisten.

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama
muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang
lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.

Ingatlah! Kata Rasulullah saw, "Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali
terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia
menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan
ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang
lain." (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)

Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., "Orang Islam yang manakah
yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab, "Orang yang muslimin lain
selamat dari lisan dan tangannya." (Bukhari, hadits nomor 9 dan
Muslim, hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau
melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng
melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah!
Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, "Barangsiapa yang berada dalam
syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang
menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat
begitu mudah untuk merumput di dalamnya." (Muslim, hadits nomor 1599)

Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, "Gak apa.
Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar.
Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!" Jika sudah seperti ini,
suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan
kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan
kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., "Jangan
sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau
menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak
menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan
wajahmu tampak berseri-seri kepadanya." (Silsilah Shahihah, nomor 1352)

Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele!
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan
dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya,
dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan
masuk surga." (Bukhari, hadits nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak
mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa
bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang
mukmin seperti hadits Rasulullah ini, "Sesungguhnya orang mukmin dari
sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan
kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena
keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut
menderita karena keadaan di kepala." (Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda.
"Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah
Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh
permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,"
begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)

17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal
demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah
ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama.
Padahal, Allah swt. berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jadilah
kalian penolong-penolong (agama) Allah." (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat
problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati
tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin
lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. "Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami
telah beriman, sedang mereka belum diuji." (Al-Ankabut: 2)

Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil.
"Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh
perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang
beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan
itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun
bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya." (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal,
perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. "Tidaklah
segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka
berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka
berbantah-bantahan. " (Shahihul Jami', nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan
urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak
lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita.
Ingatlah, "Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah
surga bagi orang kafir." (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang
digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam
hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal
itu dalam ucapan Anda.

Bukankah Allah swt. telah berfirman, "Dan katakanlah kepada
hamba-hamba- Ku: `Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih
baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di
antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi
manusia'." (Al-Israa':53)

Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. "Dan apabila
mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling
daripadanya dan mereka berkata: `Bagi kami amal-amal kami dan bagimu
amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul
dengan orang-orang jahil.'" (Al-Qashash: 55)

Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
hendaklah berkata yang baik atau diam." (Bukhari dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum,
berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada
kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di
sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.

Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, "Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah,
dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan. " (Al-A'raf:31) . Bahkan, Allah swt.
menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena
itu Allah memerintahkan kita untuk, "Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan
orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburka n
(hartamu) secara boros." (Al-Isra':26)
Rasulullah saw. bersabda, "Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba
Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah." (Al-Silsilah
Al-Shahihah, nomor 353).
kenali tandanya obati penyakitnya Insya Allah luruskan &kuatkan niat, kita pasti bisa!
repost MP, Juni 2008 

Minggu, 06 Januari 2013

Cangkir Cantik

Sepasang  kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. 
Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat  cangkir  itu,”  
kata  si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat  mereka  mendekati  cangkir  itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima  kasih  untuk  perhatiannya,  perlu  diketahui  bahwa  aku dulunya tidak cantik. 

Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok  tanah liat yang  tidak  berguna.  Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
 Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop  ! Aku berteriak,  Tetapi  orang  itu  berkata  “belum  !”  lalu ia mulai menyodok  dan meninjuku  berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku,  tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku  ke  dalam  perapian.  Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”
Akhirnya  ia  mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku  pikir,  selesailah  penderitaanku.  Oh  ternyata  belum. Setelah dingin aku diberikan  kepada  seorang  wanita  muda  dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita  itu  berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan  aku  lagi  ke  perapian  yang  lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan  penyiksaan  ini  !  Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang  ini  tidak  peduli  dengan teriakanku.Ia  terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah  benar-benar  dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku  dekat  kaca.  Aku  melihat  diriku.  Aku  terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya,  karena  di  hadapanku  berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.





Kisah diatas sudah sering diangkat sebagai penyemangat.Saya sendiri mengambilnya dari imel seprang teman. Membacanya dan membandingkan dengan diri sendiri rasanya jadi malu. Malu karena mudah menyerah dengan tempaan dari Allah. Perlu mengasah lagi agar tekad sekuat baja meraih apa yang diimpikan. terus bergerak, just do it tiap ada kesempatan. Mau mengajar, mau bisnis, jualan, koar koar memasarkan produk, berolahraga, menulis, membaca etc jika hanya menunggu kesempatan datang bisa jadi malah bingung saat kesempatan itu bener benee datang. jadi harus direncanakan dan diusahakan terlaksana tanpa lupa eva
uasi.

balik ke kisah tadi lanjutan hikmahnya,; dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti  disuruh berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah  menyenangkan,  sakit,  penuh  penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah  satu-satunya  cara  untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.

“  anggaplah  sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab  Anda tahu bahwa ujian  terhadap  kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

Apabila  Anda  sedang  menghadapi  ujian  hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.

Jumat, 30 November 2012

Umur panjang Elang


 Inspiring story dari status teman di FB..thanks mbak Atik :) . Sungguh Allah tak akan mengubah suatu kaum bila kaum tersebut tak mau berubah. Untuk berubah adalah keputusan yang besar dan perlu pengorbanan, kebulatan niat dan tekad agar perubahan itu membawa kebaikan. Disertai tawakkal pada Allah agar usahanya tak sia - sia dan bermanfaat di kemudian hari. Bener - bener No pain No Gain. So Ganbatte!!!! bismillah. Berikut ceritanya :
Berubahlah..! Dan Umur Kita akan Bertambah

Tahu burung Elang ?

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat, sehingga menyulitkan saat terbang.

Saat itu, elang hanya mempunyai 2 pilihan. Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari. Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, dia harus mencabut satu persatu cakarnya, dan ketika cakar yang baru telah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu persatu. Proses yang menyakitkan bukan?

Lima bulan kemudian, bulu bulu yang baru pun telah tumbuh sempurna dan ia mulai dapat terbang kembali.
Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani sisa 30 tahun kehidupannya dengan penuh energi.

Dahsyat ya…perjuangan yang panjang dan penderitaan yang dilalui berakhir indah.

Sebenarnya, begitulah hidup kita. Kita yang telah menjalani hidup ini ‘biasa2’ aja, ketika kita memutuskan untuk mengubah hidup kita, pasti ada harga yang harus dibayar.

Siapa yang ga ‘menderita’ mengubah kebiasaan pelit jadi dermawan ?
Siapa yang tidak akan ‘berkeringat’ mengubah dari mengulur-ulur waktu sholat menjadi penjaga awal waktu ?
Siapa yang tidak harus bersusah payah dari hidup yang hedonis menjadi hidup yang bisa berbagi dengan memikirkan kondisi umat ini ?
Dan lain sebagainya.

Tapi siapa yang akan menikmati hidup ‘panjang’nya kalau bukan kita. Siapa yang akan ‘berumur panjang’ , dikenang orang karena amal kebaikannya kalaubukan si pelaku sendiri ?

Dan pada akhirnya..dengan segala penderitaan bersama perubahan yang ‘sangat menyakitkan’ itu..semoga kita semua mendapatkan akhir hidup yang khusnul khatimah, dan surga Allah tempat akhir kita menapak…

Aaamiin..
Wallahu’allam bishowab

*umur bertambah..artinya bertambah dikenang orang. Walau sudah meninggal..akan terus diingat melebihi umur yang sebenarnya. Begitulah orang2 sholih.
Berubahlah..! Dan Umur Kita akan Bertambah 

Tahu burung Elang ?

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat, sehingga menyulitkan saat terbang.

Saat itu, elang hanya mempunyai 2 pilihan. Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari. Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, dia harus mencabut satu persatu cakarnya, dan ketika cakar yang baru telah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu persatu. Proses yang menyakitkan bukan?

Lima bulan kemudian, bulu bulu yang baru pun telah tumbuh sempurna dan ia mulai dapat terbang kembali.
Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani sisa 30 tahun kehidupannya dengan penuh energi.

Dahsyat ya…perjuangan yang panjang dan penderitaan yang dilalui berakhir indah.

Sebenarnya, begitulah hidup kita. Kita yang telah menjalani hidup ini ‘biasa2’ aja, ketika kita memutuskan untuk mengubah hidup kita, pasti ada harga yang harus dibayar.

Siapa yang ga ‘menderita’ mengubah kebiasaan pelit jadi dermawan ?
Siapa yang tidak akan ‘berkeringat’ mengubah dari mengulur-ulur waktu sholat menjadi penjaga awal waktu ?
Siapa yang tidak harus bersusah payah dari hidup yang hedonis menjadi hidup yang bisa berbagi dengan memikirkan kondisi umat ini ? 
Dan lain sebagainya. 

Tapi siapa yang akan menikmati hidup ‘panjang’nya kalau bukan kita. Siapa yang akan ‘berumur panjang’ , dikenang orang karena amal kebaikannya kalaubukan si pelaku sendiri ?

Dan pada akhirnya..dengan segala penderitaan bersama perubahan yang ‘sangat menyakitkan’ itu..semoga kita semua mendapatkan akhir hidup yang khusnul khatimah, dan surga Allah tempat akhir kita menapak…

Aaamiin..
Wallahu’allam bishowab

*umur bertambah..artinya bertambah dikenang orang. Walau sudah meninggal..akan terus diingat melebihi umur yang sebenarnya. Begitulah orang2 sholih.

Kamis, 22 November 2012

Kisah belalang dalam kotak

Kisah ini sudah sering dijumpai di buku atau artikel motivasi. Hikmahnya luar biasa jika kita renungkan. Alhamdulillah dapat dari seorang teman tentang kisah ini jadi bisa di simpen deh text nya, sekalian ditulis lagi  untuk berbagi. Lebih khusus lagi untuk motivasi diri....Ganbaroooooo


BELALANG DALAM KOTAK  

Seekor belalang A yang telah lama terkurung dalam sebuah kotak, suatu hari berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Diperjalanan dia bertemu dengan belalang B, namun dia keheranan mengapa belalang B itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang B itu dan bertanya, "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?".
Belalang B pun menjawabnya dengan pertanyaan "Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan." Saat itu belalang A baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

********
Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang A. Lingkungan yang buruk, hinaan, masa lalu yang buruk, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga seolah membuat kita terkurung kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita.

Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri. Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda mau menyingkirkan "kotak" itu ? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa
mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda ? Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang,tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai.

Sakit memang,lelah memang... tapi bila Anda sudah sampai di puncak semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.